Good News From Aceh
MudaBisnisEkonomi

Firmansyah Asnawi Pemuda Aceh Berbisnis Aplikasi di Jakarta, Omsetnya Miliaran

firmansyah asnawi

Usaha takkan mengkhianati hasil. Peribahasa ini mungkin tepat ditujukan kepada Firmansyah Asnawi, pemuda Aceh yang sukses menjalankan bisnis di ibu kota negara. Yuk simak kisahnya.

Penyintas Tsunami

Firmansyah lahir dengan nama lengkap Firmansyah Asnawi. Pemuda asal Banda Aceh berusia 33 tahun yang kini berstatus sebagai co-Founder dan Chief Operation Officer (COO) PT Amanah Karya Indonesia (Amanah Corp) dan PT Bisatopup Teknologi Indonesia.

Amanah Corp ia bangun bersama pemuda Aceh lainnya di Jakarta, Muammar Khadafi, yang kini menjabat CEO di perusahaan startup tersebut. 

Firmansyah Asnawi merupakan seorang korban selamat (penyintas) dari bencana tsunami Aceh tahun 2004.

Saat itu ia masih duduk sekolah kelas IX SMA di Banda Aceh. Dia selamat, tapi harus kehilangan ibu dan kakak kandungnya dalam musibah tersebut.

Firmansyah Asnawi masih mengingat momen kelam itu hingga kini. Ia sempat digulung ombak tsunami dan berpisah dengan ayahnya. Namun bukan berarti ia belum bangkit dari trauma.

Ia kemudian hijrah dan melanjutkan hidup di Pekanbaru, Riau, bersama ayahnya. Ia optimis dengan masa depannya.

Tamat SMA, Firmansyah Asnawi melanjutkan pendidikannya setelah mendapat beasiswa S1 di Universitas Al-Azhar Jakarta, Jurusan Teknik Komputer, sebelum melanjutkan jenjang S2 di Universitas Indonesia. 

firmansyah asnawi bisa top up

Sempat Bekerja di BUMN

Sebelum “dipinang” oleh Muammar Khadafi untuk sama-sama membangun Amanah Corp, Firmansyah Asnawi pernah bekerja di Bank Syariah Mandiri sebagai auditor IT dari tahun 2012-2017.

Namun selagi ia masih bekerja sebagai karyawan BSM, Firman sudah mulai merintis Amanah Corp bersama Khadafi yang juga teman sekuliah di Al-Azhar Jakarta. 

Ingin fokus membangun bisnis Amanah Corp, Firmansyah resign dari anak perusahaan BUMN itu.

Keputusannya sempat disesali banyak orang karena jabatannya saat itu sedang sangat bagus. Pun begitu, Firmansyah tetap fokus pada amanah barunya di Amanah Corp. 

Perjuangan Tidak Sia-Sia

Pendiri Bisatopup
Firmansyah Asnawi (kiri) dan Muammar Khadafi (kanan). (Tangkapan Layar YouTube “Pecah Telur”/urbanasia.com)

Amanah Corp dirintis pada tahun 2012 di Jakarta dengan modal Rp 5 juta. Mereka kemudian memiliki legalitas resmi sebagai PT sejak 2016.

Amanah Corp bergerak di bidang teknologi informasi. Perusahaan putra Aceh ini berhasil membuat satu produk aplikasi yang kini laris manis di nasional, yaitu Bisa Top Up yang merupakan aplikasi pembayaran berbagai layanan tagihan online. 

Bisa Top Up menawarkan harga jasa di bawah harga pasar sehingga banyak pelanggan yang beralih menggunakan produk Bisatopup.

Saat awal-awal merintis, pulsa 100 ribu pun berani dijual seharga Rp 94 ribu saja di aplikasi tersebut.

Mereka hanya ambil untung Rp 100 (seratus rupiah) dari harga dasar, agar konsumen bisa menikmati layanan dari aplikasi Bisatopup.

Profitnya Mulai Terasa

Dari usaha rintisan ini, Firmansyah dan Khadafi mulai merasakan profit sedikit demi sedikit. Tujuan utama mereka adalah bisa membantu banyak pelanggan seperti agen di kaunter.

Alasan ini pula yang membuat Khadafi dan Firman menabalkan nama Amanah di perusahaan mereka. Bisatopup ingin menyampaikan amanahnya bahwa “ada harga yang lebih sesuai dan lebih jujur dibandingkan aplikasi lain”.

Hari ini, Bisatopup sudah memiliki transaksi yang tembus di angka 600 ribu transaksi per bulan. Penggunanya sudah menyentuh 200 ribu pelanggan.

Dari sisi penghasilan, omzet bisnis keduanya sudah mencapai sekitar Rp 20 miliar per bulan.

Firmansyah Asnawi saat ini menjabat sebagai co-founder dan COO pada perusahaan Amanah Corporation.[]

Related posts