Good News From Aceh
InspirasiEkonomiTrending

Malem Diwa Inovasi Transportasi Masa Depan Bangsa Aceh 

malem diwa

Mobil listrik digadang-gadangkan menjadi mobil impian di masa depan. Nah, mahasiswa Universitas Syiah Kuala sudah merintis mobil listrik bernama Malem Diwa. Penasaran dengan karya mereka? Yuk ikuti cerita ini.

Proyek Malem Diwa 1.0

malem diwa 01

Proyek mobil listrik Malem Diwa pertama diciptakan pada tahun 2015 dengan nama Malem Diwa 1.0. Mobil listrik ini hasil karya mahasiswa Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Saat itu Malem Diwa 1.0. diperuntukkan untuk mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) pada Oktober 2015 di Universitas Brawijaya, Malang.

Mobil Malem Diwa 1.0 dirancang selama 3 bulan lebih di Laboratorium Desain Manufaktur Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK). 

Sebelum diberangkatkan, mereka sudah melakukan test drive dengan jarak 13,2 KM dari Ujong Batee ke Krueng Raya, Aceh Besar pada 10 Oktober 2015 lalu. Mobil yang menggunakan tenaga listrik tersebut memiliki berat 70 Kg. 

Hal yang lebih penting adalah Malem Diwa 1.0 sudah menggunakan sistem aerodinamis untuk menstabilkan lajunya mobil.

Malem Diwa 2.0

malem diwa 2

Pada tahun 2018, proyek mobil ini kembali disempurnakan dengan melahirkan produk Malem Diwa 2.0. Model terbaru ini didesain sangat efisien dengan sasis dari alumunium tipis seberat 10 kilogram.

Baca juga: Atjeh Tram, Kereta Api Penghubung Pertama Aceh – Sumatera

Model Malem Diwa 2.0 sudah mampu melaju dengan kecepatan 35 kilometer per jam, dengan jarak tempuh 245 kilometer, yang digerakkan oleh baterai berkekuatan 48 volt.

Mobil Malem Diwa 2.0 yang mempunyai motif Pinto Aceh ini dirakit oleh 17 mahasiswa.

Mobil tersebut juga dibuat untuk mengikuti kompetisi Internasional Shell Eco Marathon yang berlangsung pada Maret 2018 di Singapura.

Terus Berkembang

malem diwa 3

Pada tahun 2022, mahasiswa Universitas Syiah Kuala kembali melahirkan varian mobil listrik terbaru yaitu Malem Diwa Urban R.5.0.

Mobil listrik ini merupakan capaian terbesar dari proyek Malem Diwa sebelumnya.

Mobil versi ini memiliki beberapa keunggulan seperti dalam bidang bobot body mobil yang hanya 7 kg karena memakai serat karbon.

Lalu mobil ini juga menggunakan baterai 2.400 watt sehingga mampu menempuh jarak 20 km/jam setiap pengisian baterainya.

Kecepatannya pun sudah berkembang pesat yaitu 130 km/kWh, jauh lebih cepat dari versi sebelumnya yang hanya memiliki kecepatan 57.5 Km/kWh.

Sarat Prestasi

malem diwa 5

Pada keikutsertaan pertamanya di kompetisi nasional, mobil listrik tersebut pernah meraih peringkat tiga di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Oktober 2015 di Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Sobotik, Sofa Cantik dari Sampah Plastik Karya Tangan Zainuddin Saat Pandemik

Pada tahun 2018, tim Malem Diwa ini juga mengikuti ajang kompetisi Internasional Shell Eco Marathon yang berlangsung pada Maret 2018 di Singapura.

Namun rezeki tidak berpihak kepada tim dari Aceh.

Meski gagal di tahun 2018, tim Malem Diwa kembali ikut dalam ajang Shell Eco Marathon Asia 2022 di Sirkuit Mandalika. Ada 47 tim dari 9 negara yang ambil bagian dalam acara ini.

Dan syukurnya, mobil listrik Malem Diwa Urban R5.0 karya anak-anak Aceh ini berhasil meraih peringkat kelima kategori Urban Concept kelas Baterai Elektrik pada kompetisi tersebut.[]

malem diwa 5

Related posts