Good News From Aceh
SejarahMemoriSosok

Panglima Raja Lelo IV Pejuang Aceh Selatan Pencabut Kelamin Belanda

panglima raja lelo IV

Sekuel keempat perang di Barat-Selatan Aceh menghadirkan sosok fenomenal dari Kluet. Namanya Ibnu Wantaser alias Panglima Raja Lelo IV. Yuk kita simak ulasan ini hingga kalimat terakhir.

Mengenal Panglima Raja Lelo IV

panglima raja lelo IV

Panglimo Rajo Lelo IV atau Panglima Raja Lelo IV memiliki nama asli Ibnu Wantaser.

Ia lahir di Pung Besei, Kampung Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, pada tahun 1864 (ada yang mengatakan pada tahun 1862).

Ia memiliki garis keturunan kepada Wannamid bin Wan Andun dan Sanniati binti Barlam. 

Masa kecilnya dilalui dengan mendapatkan pelajaran dan kedisiplinan yang kuat dari ayahnya.

Ia juga diajarkan ilmu agama yang sangat kuat sehingga ia tumbuh menjadi pemuda yang disiplin, gagah, berani dan jujur.

Ibnu Wantaser diangkat menjadi Panglimo Rajo Lelo IV menggantikan abangnya Panglimo Rajo Lelo III alias Abdul Malik. 

Mulai Melawan Belanda

panglima raja lelo IV

Ketika meletusnya Perang Aceh, sedikit demi sedikit wilayah Aceh dikuasai oleh Belanda. Sistem kerja rodi pun dijalankan di wilayah kolonial, tidak terkecuali di Kluet.

Warga yang tidak tahan dengan kerja paksa, suatu hari, membacok seorang letnan marsose Belanda. Kerja rodi pun makin menjadi-jadi.

Masyarakat Kluet dan sekitarnya juga dipaksa membuat jalan lintas dari Paya Dapur menuju Lawe Sawah dan Kota Fajar menuju ke Manggamat. 

Tak tahan lagi dengan bekerja rodi, orang Kluet mulai menyusun strategi melawan Belanda. 

Maka pada 3 April 1926, perang meletus di Kampung Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan. Perang itu dimulai pada jam 05.20 hingga berakhir jam 10 pagi.

Baca juga: Teuku Ben Mahmud Uleebalang Trumon Pertama yang Menentang Belanda

Panglimo Rajo Lelo IV memimpin perlawanan ini. Ia berperang bersama 20 orang pasukannya yang bersenjatakan pedang dan kelewang. 

Sementara pasukan Belanda dipimpin Kapten J. Paris. Mereka berjumlah 23 orang dilengkapi persenjataan modern. 

Kapten J Paris Dipotong Boh Lôlô

panglima raja lelo IV

Perang yang dikenal dengan nama Perang Kelulum itu berlangsung sengit. Terjadi jual-beli serangan dari kedua belah pihak.

Kapten J. Paris dikenal lihai dan mempunya ilmu kebal dengan sesumbar ingin mengalahkan perlawanan Panglimo Rajo Lelo IV ini. Namun keadaan berkata lain.

Baca juga: Perjuangan Panjang Teuku Cut Ali Melawan Belanda

Tahu kalau J Paris kebal akan senjata api maupun senjata tajam, Panglima Rajo Lelo IV menempuh jurus lain.

Panglima dari Kluet ini pun mengincar boh lôlô (alat kelamin) kapten Belanda dalam pertempuran satu lawan satu. Akhirnya Panglimo Rajo Lelo IV berhasil “menjinakkan” alat kelamin Kapten J Paris hingga tewas. 

Panglimo Raja Lelo IV Syahid

panglima raja lelo IV

Setelah menewaskan Kapten J. Paris, Panglimo Rajo Lelo IV pun agak lengah.

Saat itu ada seorang marsose keturunan Jawa yang bernama Kromodikoro mengambil senjata dan menembak mati sang panglima.

Panglimo Rajo Lelo IV pun tumbang bersimbah darah, dan gugur. Pasukannya sejumlah 20 orang juga menemui ajalnya. 

Baca juga: Teungku Peukan Ulama Pejuang di Blangpidie

Setelah keadaan perang mereda, Panglimo Rajo Lelo IV beserta pasukannya dimakamkan di Padang Kelulum, Kampung Sapik.

Hari ini kita bisa menziarahi makam Panglimo Rajo Lelo IV beserta 20 pasukannya di Kampung Sapik tersebut.[] 

 

Related posts